Jumat, 13 Maret 2015

Tony Q Rastafara

Tony Q Rastafara
Latar belakang
Nama lahir Tony Waluyo Sukmoasih
Nama lain Tony Q
Lahir 27 April 1961 (umur 53)
Bendera Indonesia Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Jenis musik Reggae
Pekerjaan Musisi, Penyanyi
Instrumen Gitar
Tahun aktif 1989 - sekarang
Terkait dengan Rastafara (1994-2000)
Dipengaruhi Bob Marley
Situs resmi http://www.tonyqrastafara.net/
Tony Waluyo Sukmoasih (populer dengan nama Tony Q atau Tony Q Rastafara; lahir di Semarang, Jawa Tengah, 27 April 1961; umur 53 tahun) adalah seorang penyanyi Indonesia beraliran reggae yang telah aktif di ragam tersebut sejak tahun 1989. Dia bersama grup musiknya Rastafara memopulerkan istilah "rambut gimbal" (gaya rambut dreadlock) di Indonesia lewat lagu dengan judul yang sama pada tahun 1996. Tony Q telah menjadi ikon musik reggae Indonesia. Dia dianggap sebagai pelopor reggae di Indonesia, karena dia tak hanya berkecimpung di ragam tersebut sejak lama, namun juga mengembangkan karakter musik reggaenya sendiri, dimana dia memasukkan banyak unsur tradisional Indonesia ke musiknya, dan mengangkat tema-tema khas Indonesia dalam musiknya. [1]

Daftar isi

Kehidupan pribadi

Tony Q adalah seorang lulusan STM Perkapalan di Semarang. Sebelum terjun ke dunia musik, pada tahun 1980 Tony Q pernah bekerja selama enam bulan di bagian quality control (pengendalian mutu) di sebuah pabrik pengalengan milik perusahaan Singapura di Cakung, Jakarta Timur. Namun kemudian dia meninggalkan pekerjaan tersebut dan memilih untuk menjadi pengamen di jalanan dan seorang musisi, menghadapi tentangan keras keluarganya. Dia sempat menjadi pengamen selama lima sampai enam tahun di daerah Blok M, Jakarta. [2]

Karier musik

Menurut wawancara dengan Tony Q di Radio Nederland Wereldomroep, sebelum terjun di musik reggae, dia pernah memainkan blues, rock, bahkan musik country. Tahun 1989 dia akhirnya memilih menekuni musik reggae yang menurutnya tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Tony Q mengaku sangat mengidolakan Bob Marley, almarhum musisi reggae kenamaan asal Jamaika.

Bersama Rastafara

Tony Q memulai karier musik reggaenya sejak tahun 1989 dengan grup musik Roots Rock Reggae. Biasa manggung dari kafe ke kafe atau acara pentas musik yang ada di Jakarta. Setelah tergabung dengan banyak band reggae seperti Exodus dan Rastaman, akhirnya pada tahun 1994 dia membentuk grup musik Rastafara yang menjadi cukup terkenal sebagai pengusung aliran musik reggae di Indonesia saat itu. Bersama Rastafara dia sempat merilis dua album, yaitu "Rambut Gimbal" (1996) dan "Gue Falling In Love" (1997).
Hampir semua lagu dalam album tersebut diciptakan Tony Q, dengan lirik lagu yang banyak bertema sosial, kemanusiaan, cinta, dan kehidupan masyarakat sehari-hari. Salah satu lagunya yang populer adalah "Rambut Gimbal", sebuah istilah untuk gaya rambut dreadlock yang kerap digunakan oleh pengikut Gerakan Rastafari, yang kemudian secara tidak langsung dijadikan istilah dalam bahasa Indonesia yang menjadi populer karena lagu tersebut.
Rastafara saat itu dinilai berbeda dengan grup musik reggae lainnya karena mereka berhasil memasukan dan memadukan unsur-unsur musik dan instrumen tradisional khas Indonesia ke dalam musiknya sehingga terbentuklah musik reggae ala Indonesia yang bisa terlepas dari bayang-bayang musik reggae negara lain seperti Bob Marley, UB40 atau Jimmy Cliff. Penggunaan alat-alat musik tradisional seperti Kendang Sunda atau Gamelan Jawa ikut menambah warna musik dalam lagu-lagu Rastafara. Dan pada aransemen musiknya sepintas juga terlihat unsur-unsur musik Melayu, musik khas daerah Sumatera Utara, atau Sumatera Barat.
Pada tahun 1997 Rastafara memutuskan untuk vakum dalam musik karena kurangnya pasar musik reggae di Indonesia. Tony Q kemudian melanjutkan kariernya dengan membentuk band baru dengan tetap membawa nama Rastafara. Tahun 1998 terbentuklah Tony Q & New Rastafara, dengan format band mendapat pemain tambahan. Tetapi kemudian tahun 2000 Tony Q memutuskan untuk memulai karier solo dengan tetap membawa nama grup musik yang telah membuatnya dikenal oleh para penggemarnya, yaitu Tony Q Rastafara.

Karier musik solo

Tahun 2000 Tony Q yang sekarang dikenal dengan nama Tony Q Rastafara berhasil merilis album solonya yang pertama, "Damai Dengan Cinta" tanpa dinaungi perusahaan rekaman. Pada album solo pertamanya ini Tony Q mulai mengalami puncak kariernya dalam musik reggae. Setelah mendengar album pertamanya tersebut, seorang profesor di bidang musik dari Kanada memberikan Tony Q referensi untuk mengirimkan demo untuk ikut dalam ajang Bob Marley Festival di Amerika Serikat. Pihak penyelenggara festival tersebut menyukai lagu-lagu yang ada di demo tersebut dan kemudian mengundang Tony Q untuk tampil diacara yang sama pada tahun 2002. Namun keberangkatan Tony Q beserta rombongannya ke festival tersebut terpaksa batal karena mereka tidak mendapat izin visa dari Kedutaan Amerika dikarenakan alasan keamanan terkait terjadinya "Peristiwa 9/11" di Amerika Serikat yang terjadi berdekatan dengan rencana keberangkatan Tony Q.
Tahun 2003 Tony Q Rastafara merilis album solonya yang kedua berjudul "Kronologi". Lagu dalam album tersebut merupakan kumpulan dari beberapa lagu dari album-album Tony Q sebelumnya dan juga beberapa lagu yang belum sempat dirilis. Tahun 2005 Tony Q merilis album "Salam Damai". Dalam album ini Tony Q mencoba menggabungkan musik reggae dengan unsur instrumen tradisional Indonesia. Dalam album tersebut terdapat lagu dengan lirik bahasa Sunda ("Paris Van Java") dan Jawa ("Ngajogjakarta") yang semakin menambah kental unsur tradisional Indonesia dalam musik reggae. [3]
Pada tahun 2005 lagu "Pat Gulipat" dari album solo pertamanya "Damai Dengan Cinta", masuk ke dalam album kompilasi musik "Reggae Playground" yang dirilis bulan Februari 2006 di bawah perusahaan rekaman Putumayo World Music, sebuah label rekaman yang berbasis di New York, AS.
Tahun 2009 Tony Q merilis album "Presiden" dalam rangka maraknya Pemilu 2009 di Indonesia. Menurut Tony Q, album ini dirilis untuk memberikan wacana ke masyarakat penggemar musik reggae supaya tahu bagaimana menyikapi kondisi politik saat itu. Musik dalam album ini kembali menghadirkan unsur tradisional Indonesia seperti kendang Sunda, gamelan, sitar Jawa, tamburin, bahkan trompet reog.

Diskografi

Tahun Nama Album Produksi
1996 Rambut Gimbal Hemagita Record
1997 Gue Falling in Love Blackboard Record
2000 Damai Dengan Cinta AK Production
2003 Kronologi
2005 Salam Damai IM Production
2007 Anak Kampung
2009 Presiden Tony Q Production
2010 Akustik Kurang Tambah Tony Q Production & Talenta Production
2012 Membentang Sayap Tony Q Production & Talenta Production
2014 Menjemput Mimpi Tony Q Production

Bersama Rastafara

Karier Solo

Prestasi

Anekdot

Lihat pula

Rujukan

Catatan kaki

Souljah

Souljah adalah salah satu sebuah grup musik di Indonesia bergenre Reggae.[1] Band ini membawakan lagu mereka dengan musik aliran Jamaika.[2]

Daftar isi

Perjalanan Karier

Cikal bakal lahirnya Souljah adalah sebuah grup bernama Arigatoo pada awal tahun 90-an. Dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk merubah nama mereka pada tahun 2005 dengan nama Souljah.
Dengan nama Arigatoo, mereka telah melakukan beberapa album kompilasi. Salah satunya dengan Otoritas Catatan dari Jepang, berjudul Asia Ska Foundation pada tahun 2003 dan yang lain adalah dengan Sony Music Indonesia, berjudul Ska Mania pada tahun 2000. Dan pada tahun 2003, Arigatoo merilis full album berjudul Kami Bukan Perawan Lagi (We're Not Virgins Anymore).

Album Pertama

Breaking The Roots Setelah berganti nama sejak tahun 2005, Souljah langsung menggeber karyanya melalui album Breaking The Roots pada tahun yang sama dengan hit single Jamaica's Away.

Album Kedua

Bersamamu "To Be With You"

Rahmad dannil

Ras Muhamad

Kehidupan Pribadi

Nama Ras Muhamad sendiri didapatnya di Brooklyn, sewaktu mengenyam pendidikan di negeri Paman Sam. Ada cerita di balik berubahnya nama menjadi Ras Muhamad. Muhamad diambil dari awalan namanya sendiri, sedangkan nama Ras diambil dari kosa kata bahasa Jamaika yang berarti Bung. Akar kata Ras berasal dari kata Rastaman atau orang yang telah memahami Falsafah dan ajaran Rastafari. Kata Ras sendiri dalam bahasa Amharik (Ethiopia) berarti Prince, putra bangsawan. Ayahnya seorang dokter akupuntur dan ibunya seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Departemen Luar Negeri (Deplu). Pada tahun 1993, ibunya ditugaskan ke Amerika sebagai diplomat Indonesia di bidang ekonomi. Saat itu Ras baru saja tamat sekolah dasar di SD Harapan Ibu Pondok Indah, Jakarta Selatan. Selama di USA, Ia tinggal di New York bersama ibunya. Dia lalu melanjutkan sekolah di Russell Sage Junior High School dan lulus tahun 1996 kemudian masuk Forest Hills High School (setara SMA) lulus 1999. Sebelum dia lulus, pada tahun 1997 masa tugas ibunya di USA berakhir dan harus pulang ke tanah air. Namun ia masih tinggal untuk menyelesaikan studi. Tahun 2001, Ras menlanjutkan studinya di jurusan Liberal Arts, Borough of Manhattan Community College (setara D3), untuk memperdalam dan mengasah bakat seninya. Karena keseringan berkesenian di Broklyn, kuliah yang harusnya tamat dalam waktu 3 tahun, diselesaikan dalam waktu empat tahun. Tahun 2005 dia lulus dan langsung pulang ke Indonesia. ia mengenal Reggae di Amerika, tepatnya di Brooklyn. Tahun 1999 ia mulai menggimbal rambutnya.

Karier

Ia mengawali karir bermusiknya lewat rilisan album perdananya, Declaration of Truths pada tahun 2005 sewaktu masih di Broklyn. Album indie ini beredar di New York. Ia kemudian merilis album keduanya, Reggae Ambassador pada bulan Januari 2007. Album pertama Ras Muhamad yang dirilis di Indonesia ini juga direkam secara Indie. Lewat album ini, nama Ras Muhamad jadi semakin dikenal di Indonesia. Setelah itu, dia merilis album ketiganya yang bertajuk Next Chapter pada tahun 2009.
Ras Muhamad
Latar belakang
Nama lahir Muhamad Egar
Nama lain Duta Reggae Indonesia
Lahir 29 Oktober 1982 (umur 32)
Bendera Indonesia jakarta, Indonesia
Jenis musik Reggae, Dancehall
Pekerjaan Penyanyi
Orang tua Rivai
Wening

 

Rahmad Dannil

Bob Marley

"Marley" redirects here. For other uses, see Bob Marley (disambiguation) and Marley (disambiguation).

Bob Marley
OM, The Honourable
Black and white image of Bob Marley on stage with a guitar
Marley performing in 1980
Born Nesta Robert Marley
6 February 1945
Nine Mile, Saint Ann, Jamaica
Died 11 May 1981 (aged 36)
Miami, Florida, United States
Cause of death
Metastatic melanoma
Other names
  • Donald Marley
  • Tuff Gong
Occupation Singer-songwriter, musician, guitarist
Home town Trenchtown, Kingston, Jamaica
Religion Catholicism (1945–66)
Rastafarian (1966–80)
Ethiopian Orthodox Christian (1980–81)
Baptised Rastafarian
Spouse(s) Alpharita Anderson Marley (m. 1966; his death 1981)
Children Sharon Marley Prendergast (adopted)
Cedella Marley
David Nesta "Ziggy" Marley
Stephen Robert Nesta Marley
Rohan Anthony Marley
Julian Ricardo Marley
Ky-Mani Marley
Damian Robert Nesta Marley
Parent(s) Norval Sinclair Marley
Cedella Malcolm Booker
Musical career
Genres
Instruments Vocals, guitar, percussion
Years active 1962–1981
Labels
Associated acts Bob Marley and the Wailers
Website bobmarley.com
Robert Nesta "Bob" Marley OM (6 February 1945 – 11 May 1981) was a Jamaican reggae singer-songwriter, musician, and guitarist who achieved international fame and acclaim.[1][2] Starting out in 1963 with the group the Wailers, he forged a distinctive songwriting and vocal style that would later resonate with audiences worldwide. The Wailers would go on to release some of the earliest reggae records with producer Lee Scratch Perry.[3] After the Wailers disbanded in 1974,[4] Marley pursued a solo career which culminated in the release of the album Exodus in 1977 which established his worldwide reputation and produced his status as one of the world's best-selling artists of all time, with sales of more than 75 million records.[5][6] He was a committed Rastafari who infused his music with a sense of spirituality.[7]

Contents

Early life and career

Robert Nesta Marley was born on the farm of his maternal grandfather in Nine Mile, Saint Ann Parish, Jamaica, to Norval Sinclair Marley (1885-1955) and Cedella Booker (1926-2008).[8] Norval Marley was a British-born European-Jamaican from Sussex England, whose family had Syrian Jewish origins.[9][10][11] Norval claimed to have been a captain in the Royal Marines,.[12] Norval claimed to have been a captain in the Royal Marines, though at the time of his marriage to Cedella Booker, an African-Jamaican then 18 years old, he was employed as a plantation overseer.[12][13] Though Bob Marley was named Nesta Robert Marley, a Jamaican passport official would later reverse his first and middle names.[14][15] Norval provided financial support for his wife and child but seldom saw them as he was often away. Bob Marley attended Stepney Primary and Junior High School which serves the catchment area of Saint Ann.[16][17] In 1955, when Bob Marley was 10 years old, his father died of a heart attack at the age of 70.[18]
Marley and Neville Livingston (later known as Bunny Wailer) had been childhood friends in Nine Mile. They had started to play music together while at Stepney Primary and Junior High School.[19] Marley left Nine Mile with his mother when he was 12 and moved to Trenchtown, Kingston. Cedella Booker and Thadeus Livingston (Bunny Wailer's father) had a daughter together whom they named Pearl, who was a younger sister to both Bob and Bunny. Now that Marley and Livingston were living together in the same house in Trenchtown, their musical explorations deepened to include the latest R&B from American radio stations whose broadcasts reached Jamaica, and the new Ska music.[20] The move to Trenchtown was proving to be fortuitous, and Marley soon found himself in a vocal group with Bunny Wailer, Peter Tosh, Beverley Kelso and Junior Braithwaite. Joe Higgs, who was part of the successful vocal act Higgs and Wilson, resided on 3rd St., and his singing partner Roy Wilson had been raised by the grandmother of Junior Braithwaite. Higgs and Wilson would rehearse at the back of the houses between 2nd and 3rd Streets, and it wasn't long before Marley (now residing on 2nd St), Junior Braithwaite and the others were congregating around this successful duo.[21] Marley and the others didn't play any instruments at this time, and were more interested in being a vocal harmony group. Higgs was glad to help them develop their vocal harmonies, although more importantly, he had started to teach Marley how to play guitar — thereby creating the bedrock that would later allow Marley to construct some of the biggest-selling reggae songs in the history of the genre.[22][23]

 

 


Reggae

Reggae adalah suatu aliran musik yang awalnya dikembangkan di Jamaika pada akhir era 60-an. Sekalipun kerap digunakan secara luas untuk menyebut hampir segala jenis musik Jamaika, istilah reggae lebih tepatnya merujuk pada gaya musik khusus yang muncul mengikuti perkembangan ska dan rocksteady.
Reggae berbasis pada gaya ritmis yang bercirikan aksen pada off-beat atau sinkopasi, yang disebut sebagai skank. Pada umumnya reggae memiliki tempo lebih lambat daripada ska maupun rocksteady. Biasanya dalam reggae terdapat aksentuasi pada ketukan kedua dan keempat pada setiap bar, dengan gitar rhythm juga memberi penekanan pada ketukan ketiga; atau menahan kord pada ketukan kedua sampai ketukan keempat dimainkan. Utamanya "ketukan ketiga" tersebut, selain tempo dan permainan bassnya yang kompleks yang membedakan reggae dari rocksteady, meskipun rocksteady memadukan pembaruan-pembaruan tersebut secara terpisah.

Reggae di Indonesia

Beberapa nama yang terkenal dalam dunia musik Reggae dan sub-ragamnya Indonesia antara lain Imanez, Tony Q Rastafara, Gangstarasta, Steven & Coconut Treez, Souljah, Ras Muhammad, Joni Agung (Bali), Mbah Surip (Mojokerto), Marapu (Yogyakarta).
Sekitar tahun 1986 musik Reggae mulai dikumandangkan di Indonesia, band tersebut adalah barbet comunity, Black Brothers Papua, Black Company sebuah band dengan genre Reggae, pada tahun 1988 sekelompok anak papua yang sedang study di bandung, mendirikan sebuah group band reggae (Emergency Reggae Band) dan beberapa tahun kemudian muncul Asian Roots yang merupakan turunan dari band sebelumnya, kemudian ada Asian Force dan Abresso, Jamming lalu Tony Q Rastafara. Pada tahun 2001, muncul band Gangstarasta sekelompok anak muda yang memainkan musik reggae, lalu tahun 2006 Steven & Coconut Treez dengan hits "Welcome To My Paradise"